MakaRasulullah SAW hendak memberikan kepadanya sebuah do’a; “Allahumma’jurni fi musibati wa akhluf li khairan minha.” “Ya Allah, berikan aku pahala di dalam musibah ini dan gantilah untukku yang lebih baik daripadanya.” Ummu Salamah mengatakan, “siapa yang lebih baik daripada Abu Salamah?
Kamisepenuhnya yakin dan percaya, kami ini milik Allah dan hanya akan kembali kepada-Nya. Duhai Allah! Berilah kami kebaikan untuk ujian yang kami terima, dan gantilah apa yang hilang dari diri kami dengan sesuatu yang lebih baik. 2 komentar untuk "DOA MOHON DIGANTI KEHILANGAN DENGAN YANG LEBIH BAIK" rickyeckguitar 11 Februari 2018 23.07
Perkataanyang menyatakan barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah maka Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik darinya adalah ucapan yang hak. Dan gantinya bisa bermacam-macam dan berbeda-beda ; dan yang lebih tinggi nilainya dari apa yang digantikan dengannya, seperti : Yaitu ketentraman dan kecintaan bersama Allah
SaidNursi menulis tentang buku motivasi Islami iaitu Buku Tips Cemerlang Untuk Pesakit. Buku ini khas untuk muslim yang diuji dengan kesakitan. Fitrah manusia yang sakit akan berkeluh kesah dan tidak yakin untuk hidup. Said Nursi cuba memujuk golongan sakit ini untuk terus meyakini takdir Allah. Sebenarnya,
Sesungguhnya tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena Allah melainkan Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik dari hal itu untukmu.” (HR. Ahmad: 21996) Hal itu adalah satu hal yang benar adanya. Jika kita memperhatikan, terlalu banyak buktinya, di antaranya sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah:
nonton film miracle in cell no 7 subtitle indonesia. Musibah atau nikmat menjadi warna dalam kehidupan kita. Musibah menjadi hal yang buruk dan merugikan dalam pandangan kita. Sementara nikmat menjadi sebuah anugrah yang datang pada kita. Baik buruk atau untung rugi suatu keadaan bukan terletak pada jenis peristiwa, melainkan tergantung sikap kita dalam merespon peristiwa tersebut. Terkadang sebuah musibah menjadi anugrah bagi seseorang namun tidak bagi orang lain, sebaliknya nikmat menjadi sebuah musibah bagi seseorang, namun berbeda bagi orang lain. Jika ridho terhadap suatu musibah lalu kita serahkan kepada Allah, Allah akan mengganti dengan yang lebih baik. Permasalahannya kita langsung panik ketika tertimpa musibah. Panik boleh tapi jangan berlarut. Kembali kan semua masalah kepada Allah. Kita tetap ikhtiyar untuk mencari jalan keluar, berusaha mengambil hak kita. Namun, usaha jangan sampai mengalahkan porsi kita untuk memita kepada Allah. Ini bukan antara kita dengan orang tapi antara kita dengan Allah. Minta kepada Allah agar diberi yang lebih baik. Berdoalah Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râjiun. Allâhumma ajirnî fî mushîbatî wa akhlif lî khairan minhâ. “Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, karuniakanlah padaku pahala dalam musibah yang menimpaku dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya” Dalam hadits Shahih Muslim disebutkan bahwa barangsiapa membaca doa tersebut, niscaya Allah akan memberinya pahala dalam musibahnya dan memberinya ganti yang lebih baik daripadanya. Lihat Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir Ketika berdoa kita harus yakin dan bijaksana. Yakin dengan doa-doa kita akan dikabulkan Allah. Sedangkan maksud bijaksana disini jangan kita mendikte Allah dalam doa bahwa harus mendapatkan yang diinginkan. Hasilnya kita bertawakal. Allah akan ganti dengan yang lebih baik. Allah tak akan pernah beri yang kurang, paling tidak sama dengan sebelumnya. Sebagai contoh cerita dari Ustadz Hanan Attaki mobilnya pernah disempret orang. Orangnya melarikan diri, maka dia minta kepada Allah Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râjiun. Allâhumma ajirnî fî mushîbatî wa akhlif lî khairan minhâ. Ustadz tersebut memperbaiki mobilnya dengan biaya Rp. 1,5 juta. Allah ganti seminggu lagi dengan 15 juta dengan cara yang tak disangka-sangka. Pernah juga HP nya jatuh, Ustadz itu pun berdoa Allahumma ajirni fi….. Paginya Allah ganti dengan HP yang harganya Rp. 10 juta. Ambillah hikmah dari sebuah musibah. Ketika emosional kita tidak stabil maka Allah langsung menaikkan spritual kita. Bukankah ketika kita terkena musibah kita lebih khusu’ berdoa kepada Allah? Jadi kita gunakan kesempatan ketika mendapatkan musibah untuk dekat dengan Allah, mintalah yang banyak. Jika Allah tidak memberi yang kita inginkan di dunia, maka Allah akan memberinya di akhirat. “Ya Allah minta ferari agar mudah ke majlis taklim” tidak masalah minta yang yang berbau dunia asalkan minta dan niatnya karena Allah. Jika pun tidak dikabulkan di dunia, Allah akan beri di akhirat, minimal kita dapat pahala dari doa-doa yang kita aturkan. Begitu juga dengan jodoh, minta sebaik mungkin. Jika jodoh kita tidak seperti yang dibayangkan di dunia, maka di akhirat Allah akan memperindahnya. TantanganGurusiana Hari ke-27
Connection timed out Error code 522 2023-06-13 132810 UTC Host Error What happened? The initial connection between Cloudflare's network and the origin web server timed out. As a result, the web page can not be displayed. What can I do? If you're a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you're the owner of this website Contact your hosting provider letting them know your web server is not completing requests. An Error 522 means that the request was able to connect to your web server, but that the request didn't finish. The most likely cause is that something on your server is hogging resources. Additional troubleshooting information here. Cloudflare Ray ID 7d6aac1a6aafb7ac • Your IP • Performance & security by Cloudflare
TINGGALKAN SESUATU KARENA ALLAH, MAKA DIA AKAN GANTI DENGAN YANG LEBIH BAIK Berikut beberapa kutipan nasehat atau kisah menarik, dalam rangka menguatkan niatan atau azam kita disaat masih ragu dan butuh penegasan apakah keputusan atau langkah yang saya ambil sudah benar dan sesuai dengan takdir Allah. Dalam rangka proses hijrah untuk meraih yang lebih baik dan mendekatkan diri kpd Allah. Karena sesungguhnya takdir kita, tentang baik buruknya keputusan yang telah kita ambil. selalu ada konsekuensi setiap keputusan yang kata pilih. Ada kontribusi “pilhan” yang harus kita tentukan, dan inilah yang disebut sebagai qada’ dari Allah. dan hal itu beriringan dengan ketetapan qodar dari Allah, yaitu tentang sesuatu yang sudah pakem, dan telah Allah tetapkan dilauhul mahfuz. Siapa yang meninggalkan ibadah yang tidak ada tuntunan karena Allah, maka Allah akan memberikan cahaya sunnah untuknya, jalan yang terang benderang yang jauh dari kesia-siaan. Siapa yang meninggalkan yang haram, pekerjaan riba dan profesi yang mengundang kemurkaan Allah, maka Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik, dengan pekerjaan yang halal yang lebih menentramkan jiwa. Siapa yang meninggalkan pujaan hati karena tidak menambah ketaatan kepada Allah, maka Allah akan beri ganti dengan jodoh yang lebih baik yang lebih mendekatkan diri kepada Allah. Siapa yang meninggalkan kegiatan yang sia-sia dan tindakan yang melalaikan, maka Allah akan ganti dengan hal yang lebih bermanfaat dan dijauhkan dari kemunafikan. Siapa yang meninggalkan kecanduan rokok, miras, dan narkoba karena Allah, maka Allah ganti dengan kesehatan dan keselamatan pada jiwanya. Inilah proses hijrah yang sesungguhnya, pengambilan keputusannya kita sendiri yang menentukan dan Allah yang pasti akan membimbing melalui intuisi, tanda-tanda kekuasaannya disekitar kita. Faedah yang berharga tersebut disebutkan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah antara lain “Akan terasa sulit jika seseorang meninggalkan hal-hal yang ia sukai, karena selain Allah. dan ketakutan untuk mengambil keputusan karena untuk sesuatu yang lebih baik, itulah tipu day syaitan saat seorang hamba ingin berusaha hijrah.” Namun jika jujur dan ikhlas dari dalam hati dengan meninggalkannya karena Allah, maka tidak akan terasa berat untuk meninggalkan hal tadi. Yang terasa sulit cuma di awalnya saja sebagai ujian. Apakah meninggalkan hal itu jujur ataukah dusta? Jika ia terus bersabar dengan menahan kesulitan yang hanya sedikit, maka ia akan memperoleh kenikmatan dan surga yang Allah janjikan. Tentang janji Allah setelah kita meninggalkan yang buruk dan mengganti dengan sesuatu yang lebih baik disebutkan dalam Al-Quran, QS. An Nur 55 dan juga dalam kisah QS. Yusuf 56 Adapun perkataan “Siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka akan diberi ganti yang lebih baik dari itu”, ganti yang diberikan di sini beraneka ragam. Akan tetapi ganti yang lebih besar yang diberi adalah kecintaan dan kerinduan pada Allah, ketenangan hati, keadaan yang terus mendapatkan kekuatan, terus memiliki semangat hidup, juga kebanggaan diri serta ridha pada Allah Ta’ala.” Al Fawaid, hal. 166 Luar biasa janji yang kan diberi. Cobalah berusaha meninggalkan sesuatu karena Allah, ingat karena Allah semata, maka rasakan bagaimanakah gantian luar biasa yang Allah berikan. Ingat sekali lagi sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang disebutkan oleh salah seorang sahabat, “Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” HR. Ahmad 5 363. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Syaikh Salim bin Ied Al Hilali berkata bahwa sanad hadits ini shahih.Wallahua’lam bishowab. Sumber
allah ganti dengan yang lebih baik