KisahPengepul Jelantah: Iktikad Meminimalisasi Kerusakan
Masakami buang minyak jelantah yang sudah kami kumpulkan?," ujar Rano Rusdiana, salah satu pengepul minyak jelantah, kepada Sudutpandang.id, di Jakarta, Kamis (27/1/2022). Usaha minyak jelantah Rano Rusdiana (Foto:istimewa)
Kamiini bukan perusahaan minyak kelapa sawit yang memiliki pabrik besar. Tolong selamatkan kami para pelaku UMKM yang bergerak sebagai pengepul minyak jelantah. Jangan membuat kami bingung dengan regulasi yang baru," ujar Roy Martha Wijaya, pelaku usaha minyak jelantah kepada wartawan di Jakarta, Jumat (28/1/2022).
SuaraJakartaco, JAKARTA - Minyak jelantah merupakan minyak sisa penggorengan yang sudah tidak bernilai lagi. Biasanya, ibu rumah tangga membuangnya usai menggoreng makanan. Mulai saat ni, setop membuang minyak jelantah. Pasalnya, ada seorang pria asal Depok, Jawa Barat, sedang menggalakkan program mengelola minyak jelantah.
Kamubebas ingin menyetor minyakmu ke Mitra Agen kami yang ada di samping rumahmu, atau justru kamu yang ingin menjadi Mitra Agen yang mengumpulkan minyak jelantah dari rumah lainnya. Gabung Mitra Agen. Pelayanan kami meliputi beberapa wilayah di Jabodetabek. Informasi lebih lengkap, hubungi admin media sosial kami.
nonton film miracle in cell no 7 subtitle indonesia. JAKARTA, - Minyak goreng bekas pakai atau minyak jelantah biasanya dibuang oleh penggunanya setelah digunakan. Namun, hal tersebut tidak dilakukan oleh pemuda berusia 21 tahun, Andi asal Makasar, Sulawesi Selatan itu justru melihat minyak jelantah sebagai peluang bisnis. Baca juga Bisnis Kebutuhan Muslim di Indonesia Tak Gentar Lawan Pandemi Minyak goreng bekas pakai digunakan sebagai bahan baku pengembangan biodiesel. Setiap bulannya, ia mampu menerima omzet sebesar Rp 200 juta. Berawal dari kelangkaan bahan bakar minyak BBM sehingga mengakibatkan para nelayan di Makasar tak bisa melaut, Andi pun mulai mencari solusi untuk menggantikan BBM dengan biodiesel dari minyak jelantah. "Saya berusaha mencari pengganti energi terbarukan agar bisa digunakan oleh para nelayan. Prinsip saya, karya yang kita buat harus sesuai dengan kebutuhan pada saat itu," katanya, dikutip dari website Kementerian ESDM, Sabtu 17/4/2021. Tidak berhenti ke para nelayan saja, Andi terus berusaha untuk memperluas jaring usahanya. Ia pun memutuskan untuk mengikuti organisasi seperti Himpunan Pengusaha Muda Indonesia HIPMI. Baca juga Perusahaan Ini Kembangkan Biodiesel dari Tanaman Jarak Pagar Jejaring ini dimanfaatakan betul oleh Andi setelah mengikuti kompetisi berbagai forum di tingkat nasional dan internasional. Bahkan tak sedikit yang menawarkan berbagai bentuk kerja sama dari jejaring tersebut. Menurutnya, bisnis pengolahan jelantah jadi biodiesel masih memiliki banyak tantangan, antara lain dalam teknologi pengolahan dan proses pengumpulan minyak jelantah. Untuk mengumpulkan pasokan minyak, Andi membuat bank minyak jelantah RT/RW dengan fasilitas seperti check point dan jerigen. Dengan ini dia dapat mengintegrasi satu kota. Baca juga Berkat Biodiesel, Pertamina Sudah Tak Lagi Impor Solar Namun, untuk membuat bank minyak jelantah yang ideal, diperlukan biaya tidak sedikit. Oleh karena itu Andi mengajak perusahaan besar untuk bekerja sama membuat bank minyak jelantah melalui program CSR. Hingga saat ini, Andi sudah membuat bank sampah di sekitar 20 sekolah, menyasar 500 siswa yang berarti membidik 500 rumah tangga. Tantangan lain dari sisi teknis biodiesel adalah karakteristik bawaan dari minyak jelantah yang akan sulit memenuhi tuntutan tinggi kualitas biodiesel untuk B30. Untuk meningkatkan jumlah pasokan minyak jelantah, Andi sering melakukan edukasi kepada masyarakat sekitar. Ia mengajak masyarakat menabung minyak jelantah. Baca juga Dengan Kendaraan Listrik dan Biodiesel, Pemerintah Targetkan Hemat Barrel BBM Per Hari pada 2030 Nantinya, tabungan minyak jelantah ini ditukar dengan minyak goreng baru dan nantinya terbiasa mengonsumsi minyak goreng yang sehat. Andi juga mengedukasi nelayan yang awalnya enggan menggunakan biodiesel karena warnanya berbeda dari solar, sehingga mereka khawatir kapal jadi rusak. Andi memastikan, selain harganya lebih murah daripada solar, biodiesel juga tidak akan merusak mesin kapal. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
JAKARTA - Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia GIMNI menilai penggunaan minyak jelantah minyak goreng bekas pakai yang diolah kembali lebih ekonomis digunakan untuk pembuatan Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia GIMNI Sahat Sinaga menuturkan harga minyak jelantah jauh lebih jelantah itu, lanjut Sahat, bisa digunakan untuk kebutuhan bio-diesel. Minyak jelantah itu bisa dijual kepada industri biodiesel."Pengusaha bio-diesel itu kan menunggu harga minyak sawit mentah a murah," katanya kepada Bisnis, Kamis 10/10/2019. Bahan baku utama biodiesel selama ini adalah adalah minyak sawit mentah atau CPO crude palm oil. Sahat mengatakan harga CPO bisa mencapai sementara harga minyak jelantah hanya sebesar mengatakan pemerintah sebaiknya membuat regulasi turunan terkait dengan industri pengepul dan penyulingan minyak jelantah satunya, kata dia, di setiap kota besar diatur pengepul dari hotel, restoran, dan sebagainya dikumpulkan untuk kemudian menyuplai minyak jelantah ke industri juga menyarankan agar pemerintah membuat industri biodiesel kecil di tiap kota. Industri itu, kata dia bisa menjadi target pasar bagi para pengepul minyak jelantah tersebut."Di kota itu membuat pabrik biodiesel. jadi hidup semua," CurahTerkait regulasi minyak curah, Sahat menilai kebijakan Menteri Perdagangan untuk penggunaan kemasan sederhana dalam penjualan minyak goreng di pasar sederhana dengan harga acuan di pasar tradisional disebut berpotensi mematikan industri pengepulan dan penyulingan minyak mengingatkan bahwa saat ini sekitar 20 persen dari total minyak curah yang beredar di pasaran merupakan minyak jelantah yang diolah dalam satu tahun kebutuhan minyak curah di pasar mencapai 4,2 juta ton. Selama ini minyak pabrik hanya memenuhi kebutuhan minyak curah sebanyak 3,3 juta mengatakan jangan sampai kebijakan pemerintah itu mematikan industri pengepulan dan penyulingan minyak jelantah. Mereka, kata Sahat, merupakan industri rumahan."Itu mereka industri rumahan jangan sampai bisnisnya dimatikan," agar industri itu tidak mati, pemerintah bisa memberikan izin kepada para pengepul dan penyuling minyak jelantah itu. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Konten Premium Nikmati Konten Premium Untuk Informasi Yang Lebih Dalam
Daniel Horas Panjaitan 28 membawa pulang minyak jelantah ke tempat pengepulan Memulai sesuatu yang lebih besar memang bukan perkara mudah. Berbekal pengalaman saat masih menjadi mahasiswa, Daniel Horas Panjaitan 28, alumni Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Medan, melakukan ekspansi bisnis minyak jelantah di ibu terinspirasi dari usaha pamannya yang sudah menggeluti bisnis ini terlebih dulu. Menurutnya, prospek bisnis pengepulan minyak jelantah ini sangat tinggi karena penggunaan minyak goreng oleh masyarakat sangat tinggi. Ia kemudian memutuskan untuk terjun ke bisnis ini saat masih kuliah semester tiga.âSaya memulai profesi ini semenjak saya kuliah semester 3. Saya mendapat inspirasi usaha ini dari paman saya yang sudah terlebih dahulu menggeluti usaha ini. Dan saya melihat potensi yang sangat besar terhadap prospek bisnis pengumpulan minyak jelantah iniâ, kata memulai bisnis ini dengan modal yang relatif kecil, ia mampu berkembang berkat keuletannya. Ia mulai mengunjungi tempat makan yang menggunakan minyak goreng untuk melakukan pendekatan dengan para penjual. Sebelum membahas bisnis, Ia terlebih dahulu makan di tempat tersebut, kemudian berdiskusi dengan penjual terkait minyak sisa jarang, Ia menemui banyak penjual yang membuang minyak sisa penggorengan. Daniel kemudian mencoba menawar untuk kemudian dibeli. Para penjual biasanya langsung tertarik karena ada uang tambahan dari minyak jelantah yang pada dasarnya akan beberapa kesempatan, Daniel juga menemui tempat makan yang sudah menjual minyak jelantah kepada pengepul lain. Daniel kemudian menawari dengan harga yang lebih tinggi. Terkadang penjual menolak tawaran itu, namun tak sedikit yang menerima karena tidak adanya perjanjian yang beberapa tahun, Daniel kemudian mencoba melakukan pendekatan dengan hotel, restoran, sampai penyedia jasa katering. Ia melihat potensi mendapatkan suplai minyak jelantah akan lebih tinggi karena biasanya lebih banyak minyak ke Jakarta Demi Prospek yang Lebih BesarMeski bisnis di Medan berjalan dengan baik, bahkan mengalami peningkatan, Daniel memutuskan untuk hijrah ke Jakarta. Alasannya, Ia menilai prospek bisnis minyak jelantah di Jakarta akan lebih besar.âKuantitas jumlah restoran, rumah makan, bioskop lumayan. Masyarakat di Jakarta juga lebih konsumtif akan minyak goreng dibanding Medanâ, ke Jakarta sejak tahun 2021 membuat Daniel harus memulai bisnis minyak jelantah ini dari nol. Setiap harinya, Ia mengunjungi tempat-tempat makan untuk menawar minyak sisa penggorengan.âSaya mulai bisnis ini lagi dari nol. Baik Marketing, pengelolaan keuangan, sampai operasional seperti menawar minyak sisa rumah makan hingga membawa pulang minyak ke tempat pengepulanâ, awalnya kesulitan, Daniel mengaku senang karena penghasilannya meningkat drastis dibanding saat masih di Mengepul Minyak Jelantah dari Berbagai KotaPerlahan tapi pasti, Daniel akhirnya bisa menikmati hasil kerja kerasnya selama ini. Ia bahkan berencana untuk menjangkau kota-kota sekitar Jakarta kedepannya. Ia berharap nantinya bisa berkolaborasi dengan pengepul dari kota-kota lain. Pengepul dari kota-kota lain bisa mengirimkan minyak jelantah menggunakan jasa pengiriman, seperti JNE Trucking JTR.Menurut pria yang juga pernah menggeluti bisnis thrifting ini, omset yang Ia dapatkan dari mengepul minyak jelantah mencapai 2,5 juta rupiah per hari. Ia mampu mengumpulkan sekitar 30 jeriken setiap harinya dengan kisaran harga 100 ribu rupiah per jerikennya.âOmset bisnis ini bisa mencapat 2,5 juta per hari. Bisa sampai 30 jeriken sehari. 1 jeriken biasanya 100 ribu rupiahâ, paparnya lewat yang sebelumnya gagal seleksi BUMN ini, mengaku harus bekerja keras setiap harinya untuk meraih impiannya. Ia secara terus-menerus mengajak masyarakat agar peduli lingkungan dengan tidak membuang minyak sisa penggorengan. Daniel menilai bahwa sebagai pengepul minyak jelantah, Ia harus mampu meyakinkan masyarakat tentang pemanfaatan minyak jelantah ini.âSebagai pengepul jelantah itu menjadi tugas buat kita untuk mengedukasi masyarakat untuk tidak membuang sembarangan minyak jelantah ke lingkungan. Malah, minyak jelantah tersebut bisa menjadi sebuah nilai ekonomis jika di gunakan secara tepatâ, pungkas Daniel.JNE32tahun JNEBangkitBersama jnecontentcompetition2023 ConnectingHappiness
Jakarta - Minyak jelantah masih menjadi pekerjaan rumah dalam pengelolaan limbah di Indonesia, khususnya di perkotaan. Kebanyakan rumah tangga, terutama para ibu, membuang minyak jelantah begitu saja ke wastafel atau saluran pengeluaran tempat cuci piring yang akhirnya mencemari selokan, sungai, dan tanah. "Beberapa penelitian menyebutkan bahwa satu liter minyak jelantah itu bisa mencemarkan seribu liter sampai satu juta liter air tanah," ujar General Manager PT SKM Fachrul dalam jumpa pers di Jakarta, Sabtu, 27 Agustus 2022. Minyak Makan Merah Lebih Murah dari Minyak Goreng Curah, Dijual Rp per Liter Alasan Kenapa Minyak Makan Merah Bisa Lebih Murah dari Minyak Goreng Sawit Kumpulan Hoaks Catut Nama Alfamart, Bagikan Minyak Goreng Gratis Hingga Mobil Berangkat dari keresahan itu, PT Sejahtera Karna Menggoreng SKM meluncurkan aplikasi J-lantah, yakni aplikasi pengumpul minyak jelantah, pada 17 Agustus 2022. Aprilkasi itu bertujuan untuk mengumpulkan limbah minyak bekas pakai secara sistematis, masif, dan terstruktur. Fachrul menuturkan sasaran utama pengguna aplikasi adalah para ibu rumah tangga. Tapi, mereka tidak menutup kemungkinan membuka kesempatan mengelola minyak goreng bekas yang disetor para pemilik warung makan, restoran, dan usaha katering. Sementara, Direktur PT SKM Heri Susanto mengatakan banyak keprihatinan yang dia rasakan selama memulai bisnis tersebut. Bukan hanya masalah limbah, tetapi juga soal masalah kesehatan. "Banyak minyak jelantah yang hanya disaring ulang dan dipergunakan oleh masyarakat kelas menengah bawah untuk dikonsumsi, yang akhirnya menimbulkan biaya kesehatan yang sangat tinggi buat masyarakat," kata Heri. Dengan aplikasi itu, diharapkan memberi solusi bagi semua Perdagangan Zulkifli Hasan berjanji akan menstabilkan harga minyak goreng curah di harga Rp 14 ribu per liter dalam 1 hingga 2 bulan mendatang. Mendag baru ini mengaku telah mengetahui masalah penyebab harga minyak goreng General Manager PT Sejahtera Karna Menggoreng KSM saat memaparkan tentang aplikasi J-lantah. Foto Elly PurnamaMenurut Heri, salah satu penyebab ibu-ibu memilih membuang minyak jelantah tanpa diolah karena ongkos untuk menyetorkan minyak bekas tidak sebanding dengan uang yang didapat. Karena itu, aplikasi J-lantah menawarkan solusi dengan merekrut mitra online untuk menjemput minyak jelantah yang dikumpulkan di rumah. Manfaatnya jadi berlipat, yakni membantu membuka lapangan pekerjaan. Rencananya, J-Lantah akan merekrut ribuan mitra online. "Kita akan merekrut ratusan bahkan ribuan mitra online, seperti driver ojek online yang akan membantu kita menjemput minyak jelantah ke rumah-rumah para ibu rumah tangga ini," imbuh Fachrul. Penjemputan ini, kata Fachrul, juga bisa mengatasi isu ongkos pengiriman yang mahal. Selain itu, para ibu rumah tangga berkesempatan mendapatkan tambahan penghasilan dengan menyetorkan minyak bekas. Walau tidak besar, uang tersebut bisa digunakan untuk menambah membeli minyak goreng baru. "Pada tahap awal, kami targetkan pengguna aplikasi ini hanya di area Jabodetabek," kata PenggunaanIlustrasi gambar minyak goreng bekas atau jelantah dok congerdesign/ menjelaskan penggunaan aplikasi ini sederhana. Pengguna pertama-tama akan memanggil mitra penjemput menggunakan aplikasi J-lantah. Pastikan minyak jelantah yang akan diambil minimal 1 liter. Mitra lalu datang ke lokasi penjemputan yang terdaftar. Sebelum diangkut, mitra akan mengecek kualitas minyak jelantah, mengukur volumenya, lalu mengonfirmasi minyak jelantah yang dijemputnya menggunakan aplikasi Mitra J-lantah. Setelah itu, pengguna akan mendapatkan poin di aplikasi J-lantah-nya yang bisa ditukarkan dengan uang melalui transfer rekening di bank. Per satu liter minyak akan mendapatkan poin setara uang Rp3000. Setelah seharian menjemput minyak jelantah dari rumah ke rumah, mitra kemudian pada sore hari menyetorkan minyak jelantah yang terkumpul ke tempat penampungan pool terdekat. Pihak Pool akan mengecek kualitas minyak jelantah dan mengukur volumenya, serta mengonfirmasi jumlah minyak jelantah yang telah dicek tersebut di aplikasi Pool J-lantah. Selanjutnya, mitra J-lantah akan mendapatkan poin aplikasi Mitra J-lantah. Tim Kantor Pusat SKM akan menjemput minyak jelantah ke Pool-Pool J-lantah jika telah mencapai jumlah tertentu, dan kemudian membawanya ke buyer untuk yang DihadapiSuasana Press Conference Soft Launching Aplikasi J-lantah di Gedung LM System Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu, 27 Agustus 2022. Foto Elly PurnamaMeski terkesan sederhana, bukan hal mudah dalam operasionalnya. Menurut Heri, ada sejumlah tantangan yang dihadapi. Pertama dari segi mitra, karena bersifat sebagai pekerja lepas, ia ada kemungkinan menjadi supir di perusahaan lain. "Seperti fenomena yang terjadi pada ojol ojek online, ternyata banyak yang kutu loncat, jadi dia melihat promonya yang bagus yang mana ni yang diambil kerjaannya," kata Heri. Berikutnya terkait regulasi. Banyak perizinan yang harus diurus, mulai dari Dinas Perhubungan, polisi, perindustrian, dan Dinas Lingkungan Hidup yang menyatakan minyak ini bukan bahan berbahaya beracun. "Beberapa teman-teman yang sudah memulai bisnis ini pada saat mereka mengumpulkan mereka âdisangkakanâ oleh aparat bahwa mereka mengumpulkan bahan berbahaya beracun," kata Heri. Ketiga soal ketidakadaan modal dari pengepul. Untuk mengatasinya, dibuatkan warehouse untuk pengepul yang memenuhi kualifikasi. Selanjutnya, keluhan dari pengguna aplikasi. Menurut Heri, banyak ibu yang mengkhawatirkan mitra memasuki rumah. "Sesuai SOP, tidak diperbolehkan masuk rumah," kata Heri. Heri berharap semua isu bisa ditanggulangi. Bila pengumpulan konsisten dan lancar, minyak jelantah ini akan sangat berharga untuk menghidupkan industri biodiesel di dalam negeri, maupun untuk diekspor ke luar Ragam Tanggapan Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi. Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
ï»żMinyak jelantah atau used cooking oil UCO adalah minyak limbah yang bisa berasal dari jenis-jenis minyak goreng seperti halnya minyak jagung, minyak sayur, minyak samin dan sebagainya, minyak ini merupakan minyak bekas pemakaian kebutuhan rumah tangga umumnya, dapat digunakan kembali untuk keperluaran kuliner akan tetapi bila ditinjau dari komposisi kimianya, minyak jelantah mengandung senyawa-senyawa yang bersifat karsinogenik, yang terjadi selama proses penggorengan. Jadi jelas bahwa pemakaian minyak jelantah yang berkelanjutan dapat merusak kesehatan manusia, menimbulkan penyakit kanker, dan akibat selanjutnya dapat mengurangi kecerdasan generasi berikutnya. Untuk itu perlu penanganan yang tepat agar limbah minyak jelantah ini dapat bermanfaat dan tidak menimbulkan kerugian dari aspek kesehatan manusia dan lingkungan, kegunaan lain dari minyak jelantah adalah bahan bakar biodisel.
pengepul minyak jelantah jakarta